Well Come to Casino Singapore

November 12, 2009 • Filed Under feature
Sejak dua tahun lalu, Singapura menggesa pembangunan dua kasino. Setelah perjudian ilegal dan kasino di Batam ditutup, diperkirakan kasino tersebut bakal banjir pengunjung dan bersaing ketat dengan Genting Highland, Malaysia. Bagaimana peluangnya dan seperti apa pengaruhnya terhadap pelaku bisnis di Batam?
Saat ini, Pemerintah Singapura tengah sibuk merampungkan pembangunan The Marina Bay Sands dan Sentosa World Resorts, dua proyek raksasa yang sempat diperdebatkan di parlemen negeri Singa itu. Di dua kawasan itu terpadu itu, disediakan berbagai jenis pertunjukan wisata dan kasino serta berbagai aneka perjudian yang bakal menjadi daya tarik utama. Meski belum rampung, diprediksi dua kawasan ini bakal menyedot wisatawan lebih besar lagi.
Kawasan wisata terpadu dan perjudian Genting Highland saja, yang dikenal sebagai Las Vegas-nya Malaysia berkembang pesat dan beranak pinak menjadi perusahaan kertas, pembangkit listrik, kapal pesiar, perusahaan minyak, perkebunan dan perumahan di bawah bendera Genting Bhd.
Kawasan wisata itu memiliki enam hotel yang saling berdempetan di puncak bukit Titiwangsa dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Hotel First World memiliki 6.118 kamar dan merupakan hotel terbesar kedua di dunia.
Jika dua kasino di Singapura rampung, diperkirakan orang akan memilih Singapura karena mudah dijangkau. Sementara, Genting Highland yang terletak di perbatasan Pahang dan Selangor, lebih jauh dan bisa dicapai dengan mobil dengan jalan berkelok-kelok dan curam, serta naik kereta gantung (sky way) sepanjang 3,5 kilometer. Sky Way ini merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara dan tercepat di dunia.
Sebelum Singapura memutuskan membangun kasino, pada akhir pekan, kapal pesiar Star Virgo, Star Cruise yang nota bene milik Genting Group, membawa ribuan pelancong belanja ke Singapura. Dengan dua kasino ini, bakal menjadikan ekonomi Singapura makin perkasa.
Konon kabarnya, dua kasino ini akan memiliki jenis perjudian yang berbeda. Di Sentosa World Resort akan bergaya Timur seperti Makau dan di Marina Bay Sand akan bergaya Barat seperti Las Vegas. Yang pertama dibangun Genting International, Malaysia dan yang kedua dibangun Las Vegas Sand.
Dari pantauan Batam Pos di Singapura pekan lalu, ribuan pekerja kontruksi bekerja siang malam menggarap proyek raksasa dan prestisius ini. Ratusan kendaraan dan alat berat seperti eskavator, kren, buldozer hilir mudik mengangkut bahan bangunan dan tak henti-hentinya meraung. Diperkirakan, dalam tempo enam bulan, kasino ini siap beroperasi.
Di Sentosa World Resorts (SWR), bangunan utama berbentuk kubah sudah mulai menampakkan wujud aslinya. Dibangun di kawasan wisata Pulau Sentosa, SWR nyaris membutuhkan seperempat lahan pulau tersebut. Integrasi antara sarana transportasi dan kawasan judi dibuat sedemikian rupa hingga akan memudahkan orang berkunjung ke sana.
Monorel yang menghubungkan Pelabuhan Harbour front dengan Pulau Sentosa, nantinya bakal menembus masuk dalam bangunan SWR . Cable car pun dirancang ulang sebagai alat transportasi baru. Bagi yang bermobil, sudah disiapkan berhektar-hektar lahan parkir proyek senilai S$6.59 miliar yang dikerjakan oleh perusahaan judi Malaysia, Genting International.
Nantinya, orang Batam atau Indonesia yang ingin berjudi, tinggal mengeluarkan uang tak lebih dari S$ 8 untuk bisa masuk ke SWR. Tapi untuk bertaruh, tentu saja tak cukup dengan bekal uang sekecil itu.
The Marina Bay Sands (MBS) jauh lebih masif. Dibangun oleh perusahaan judi terbesar dunia Las Vegas Sands, daerah wisata MBS nantinya akan berpadu dengan Marina Barrage, dam yang indah dan mengesankan itu. MBS akan dikelilingi taman yang luar biasa besar dan indah. Bahkan disebut-sebut akan menjadi taman bunga terbesar di Asia. Sepekan lalu, ribuan bunga dan pohon aneka jenis teronggak di lokasi pembangunan taman, siap ditanam.
Selain berjudi, pengunjung MBS nantinya akan bisa berbelanja, menikmati hotel bintang lima, sekaligus mengasah otak di museum Lotus yang akan dibangun searea dengan MBS. Proyek senilai S$226 juta itu direncanakan bakal dibuka tahun depan.
***
Singapura, dengan proyek dua kasino mereka yang luar biasa, tampaknya sudah berhitung betul sisi buruk dan manfaat yang bakal didapatkan. Dalam pembangunannya saja, ribuan pekerja dan jutaan dolar uang berputar. Ketika tahun ini Singapura dihantam krisis hingga menyebabkan ribuan warga menganggur, MBS dan SWR memberi lowongan kerja sekitar 4000 warganya.
Antrian panjang terlihat ketika pihak manajemen MBS dan SWR membuka bursa lowongan pekerjaan di mal-mal seantero Singapura. Beberapa bulan lalu ketika dua kasino tersebut membuka sekitar 450 karyawan, ada sekitar 5.000 pencari kerja Singapura antri mendapatkan formulir lamaran. Mengutip The Straits Times, antrian tersebut dianggap sebagai antrian terbanyak pencari kerja sepanjang sepuluh tahun terakhir. Jika sudah jadi nanti, Pemerintah Singapura memprediksi bisa mempekerjakan 10.000 orang hanya untuk Sentosa Worlds Resort.
Hotel-hotel dipastikan bakal penuh jika dua rumah judi nanti akan dibuka. Pelaku judi yang disyaratkan harus berpaspor asing, tentu saja datang ke Singapura dengan segepok uang yang tak hanya dihabiskan di meja judi.Tentu saja mereka butuh makan, tempat tinggal, pakaian, dan tak akan segan mengeluarkan uang untuk keperluan ini. Bukan hanya pemerintah yang menangguk untung dari pajak kunjungan mereka, tapi pelaku usaha di Singapura dipastikan kecipratan untung dengan pembukaan dua kasino tersebut.
Bagi sebagian warga Singapura, juga menunggu dua kasino ini rampung. Misalnya, Raaj seorang lelaki keturunan India warga Malaysia namun bekerja di Singapura ini. Ia menyewa kamar di Hougang Avenue dan bekerja di perusahaan elektronik. Hobinya: bertelepon dan main judi.
Jika sudah menelepon ke kampungnya di Perak, Malaysia, Raaj bisa menghabiskan setengah malam yang ia punya untuk bercengkerama dengan ibu, dan tentu saja calon istri pilihan ibunya. Untuk berjudi 4D atau yang biasa kita sebut toggle (baca togel), Raaj dengan mudah meloloskan 25 hingga 50 dolar sekali bukaan.
Setiap akhir pekan, taruhan on-line tentang tebak skor sepakbola, tak pernah ia lewatkan. Taruhan sepakbola dilakukannya melalui internet. Penjudi kelas teri dan kecil-kecilan seperti Raaj, memang amat populer di Singapura, negara yang memang melegalkan perjudian. Kesenangan, adrenalin yang melonjak saat dada dag-dig-dug menanti skor akhir, adalah faktor utama Raaj untuk menggemari taruhan 4D atau judi on-line.
Selain mal, foodcourt, dan alat-alat transportasi massal yang selalu disesaki masyarakat Singapura, konter 4D selalu menghadirkan antrian panjang petaruh setiap hari. Di pinggir jalan yang disesaki pelancong, kupon-kupon judi pacuan kuda, dengan mudah bisa didapat. Tinggal menunggu keberuntungan. Ini bukti betapa gairah warga Singapura terhadap perjudian.
Jika kasino itu beroperasi, tak menutup kemungkinan tahun depan Raaj bakal menaikkan “kelas” judinya. Berada di meja judi sebenarnya. Ada roullet, black jack, baccarat dan berbagai jenis perjudian. Kasino di Sentosa dan Marina akan membuat Raaj menahan nafas, mengadu nasibnya, berjudi yang sebenar-benarnya. “Saya pasti akan mencobanya,” katanya.
Tampaknya, Singapura tahu betul, ketimbang uang penggemar judi seperti Raaj disetorkan ke rumah judi on-line di Eropa sana, mendingan “diputar” di Singapura. Raaj yang berpaspor Malaysia, tentu saja dengan senang hati dipersilahkan menikmati bertaruh di meja judi sebenarnya: MBS dan SWR. Tapi untuk warga Singapura, cukup bermain judi lewat toggle saja.
***
Bagaimana peluangnya bagi pelaku bisnis di Batam jika dua kasino itu dibuka? Ternyata, sebagian pengusaha Batam sudah mengintip peluang sejak pembangunan dua kasino ini digulirkan.
’’Pasti anginnya akan berdampak ke Batam. Kabarnya, tahun lalu mereka mau buka, tapi ditunda karena krisis global. Kabarnya, Desember tahun ini mereka akan buka. Jika dibuka, tentu akan berpengaruh terhadap bisnis di Batam,’’ kata Cahya, yang baru saja dilantik menjadi Ketua Apindo itu.
Menurut Cahya, pembangunan dua kasino dan kawasan wisata terpadu di Singapura itu, merupakan angin segar bagi pelaku bisnis di Batam. Diperkirakan, tamu hotel akan meningkat, bisnis properti menggeliat, kunjungan wisatawan bertambah. ‘’Para pekerjanya tentu akan mencari rumah sewa yang lebih murah di Batam. Kita perlu persiapan untuk tahun depan,’’ ujar Cahya.
Program pariwisata Batam yang mengapungkan slogan Visit Batam 2010 menurut Cahya, juga perlu berbenah. ‘’Infrastruktur harus dibenahi sehingga segala sesuatunya oke. Pemko Batam wajib promosi ke Singapura dan luar negeri. Wisatawan di Singapura kan tinggal selangkah lagi ke Batam. Kalau tidak mau berpromosi, visit Batam 2010 itu sama saja bohong,’’ kata Cahya.
Untuk menangkap peluang bisnis tersebut, kata Cahya, perlu berbagai kebijakan dan kemudahan mengingat status Batam free trade zone (FTZ) yang memiliki kekhususan. ‘’Mestinya kewenangannya ada pada gubernur sebagai ketua Dewan Kawasan sehingga tidak menunggu pusat melulu,’’ tukasnya.
Cahya mengakui, pembangunan perumahan prestisius Coastarina dan kawasan wisata modern Ocarina, juga disiapkan untuk menangkap peluang dibangunnya dua kasino di Singapura. Coastarina dan Ocarina sendiri dibangun di atas lahan seluas 126 hektar. ‘’Saya akan kebut membangun water park dan mudah-mudahan Desember tahun ini juga rampung,’’ katanya.
Sementara itu, pengusaha lain seperti Abi yang terkenal dengan restoran Golden Prawn di kawasan Bengkong, juga menyiapkan diri. Restoran yang dibangun sejak tahun 1992 itu, kini terus mengembangkan sayap bisnisnya dengan mendirikan hotel Golden View yang beroperasi sejak 1996 lalu.
Saat ini, Abi terus ngebut dengan membangun kawasan wisata terpadu Golden City di atas lahan seluas 100 hektar. ‘’Selain berbagai permainan dan wisata alam, kami juga membuat miniatur kapal Ceng Ho,’’ kata Abi. Bagaimana dengan pengusaha lain melihat peluang ini? (Socrates & Sultan Yohana) ***

2 Responses

  1. saya hendra gunawan ingin mendaftar kerja dikasino singapura bila bapak /ibu berkenang hub saya ke 021 62310987 or my HP 08174939755 saya berpengalaman terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: